Bayangan mimpi perlahan menghilang
Hilang disertai langkah kenangan
Kenangan menguap bersama hembusan
angin
Terhempas bersama debu
kepedihan masa lalu…
Nampak mimpi itu terlalu
panjang untuk ku
Sepanjang cerita kita
yang tertulis
dengan tinta kerinduan
Rindu yang tak mungkin
menepi pada sisi hati
Hati yang telah terbalut
sebuah doa…
Bayangan mu pun pergi
begitu cepat
Secepat kau berlari tuk
menangkap angan dan mimpi
yang kau pun tak tahu
bentuk serta rupa mimpi itu
Dalam pikiran mu berkata, "ada kah mimpi itu?"
Dalam benakmu menyapa, "kau
lah mimpi ku itu?"
Jika mimpi itu ada,
haruskah linangan air mata berjalan begitu derasnya
bersama bulir-bulir kepedihan?
Jika mimpi itu ada,
haruskah penantianku hanya disapa oleh angin palsu
yang memberi kesejukan di tengah kehampaan
lalu pergi dengan pesan,
"mungkin
aku tak akan pernah ada?"
Memang waktu yang datang begitu lambat menyapa
meski raga ini mampu untuk memilih
dermaga mana yang akan menjadi tambatannya….
meski hanya mimpi…ku tetap menanti…

Komentar
Posting Komentar