Di
saat mentari telah menampakkan wajahnya pada dunia
Di
kala semua orang telah menyapa pagi
Aku
masih terperangkap dalam sebuah kegelapan dan aku terdiam
Aku
mencoba untuk mencoba dan terus mencoba untuk merubah jiwaku
Jiwa
tertindas...
Jiwa
yang dikelilingi oleh ketakutan dan kegelisahan
Aku
mencoba untuk menjadi idealis untuk diakui nahwa aku ada di dunia ini
“Dunia”
yang ku miliki tak sama bahkan tak nyata seperti dunia mereka
Dunia
yang bulat, dunia yang berisikan kehidupan berbagai makhluk hidup,
itulah
dunia mereka
“Duniaku”
adalah dunia tanpa batas, tanpa ruang dan selalu berkembang
penuh
imajinasi, banyak peristiwa yang terjadi tanpa harus berlaku
pada
hukum dan perundang-undangan buatan manusia
Hanya
satu yang harus dilakukan di duniaku, teruslah berimajinasi
Kehidupan
imajinasiku terukir tanpa aturan, dipaparkan tanpa pendengar
Hanya
aku yang mengerti
Hanya
aku yang berpikir
Berpikir
bahwa aku telah menang melawan ketakutan dan kegelisahanku
Ketakutan
melawan dunia mereka tak sebesar ketakutanku kehilangan duniaku
Ku
buat dinding pembatas antara duniaku dengan dunia mereka
Ku
tak ingin duniaku menjadi dunia yang penuh akan kebohongan,
intrik,
kesombongan, dan sandiwara
Dunikau
hanyalah duniaku, yang tak dapat disentuh, dan tak dapat dimiliki oleh siapapun
Kecuali
Insan
yang selalu berimajinasi tanpa harus dipaksakan
Dan
tanpa harus dikendalikan oleh orang lain
Duniaku
hanyalah milik ku
Komentar
Posting Komentar