Berkah penulis begitu
terasa ketika melamunkan sesuatu tanpa disadari telah tercipta sebuah ukiran
tulisan yang terkadang berangkat dari hal sederhana. Apa yang dipikirkannya,
yang dirasaknnya, mampu menjadi sebuah tulisan tanpa harus berpikir pantaskah
tulisan tersebut untuk dibaca orang lain. Penulis mampu mengungkapkan apa yang
ada dalam pikiran dan hatinya. Sehingga tak dapat dipungkiri, penulis memiliki
dunia sendiri. Dunia yang tercipta dari semua fenomena yang datang dan pergi. Sehingga
terkadang seorang penulis seakan tidak memiliki beban pikiran tentang hidupnya.
Karena apa yang ia rasakan dan pikirkan telah tertuang dalam sebuah tulisan.
Hidupnya terasa lebih free dan happy. Berangkat dari fenomena dan
peristiwa yang ia rasakan, baik buruk atau baik, memberikan ruang tersendiri
dalam pikirannya untuk lebih sensitif dan empati terhadap apa yang ia lihat.
Penulis memiliki sisi
misterius yang amat dalam. Kebanyakan orang mudah mengenali sosoknya dari karyanya.
Disaat yang sama juga, kebanyakan orang tidak tahu apa yang penulis rasakan yang
disimpan dalam buku yang berada amat terdalam di dirinya. Sandiwara kah?atau
berpura-pura? Bukan keduanya. Penulis telah mencurahkan semua yang ia rasakan,
namun penulis memiliki sisi yang tak tersentuh hingga dirinya sendiri yang
membuka lembar demi lembar dari buku yang disimpan dalam dirinya tersebut.
Meskipun
begitu ada satu hal yang paling dibenci oleh penulis. Penulis selalu dianggap
serba tahu. Penulis hanya menuliskan apa yang ada di dalam pikirannya.
Menuliskan apa yang ia lihat dan rasakan, tertuang berdasarkan sudut
pandangnya. Ide yang terlahir dari penulusuran, pengamatan, dan keyakinan
bahwasannya hal terebut benar adanya. Bukan ide yang datang dari sebuah mimpi
berubah menjadi karya, maha karya yang semua orang ingin membacanya. Penulis
bukan lah Tuhan yang maha tahu, penulis bukanlah cenayang yang bisa
memperkirakan apa yang akan terjadi di esok hari, dan penulis bukanlah pesulap
yang mampu merubah keadaan. Penulis hanyalah insan yang berjalan dan berkelana
dari kebimbangan serta kegelisahan untuk menuju sebuah keseimbangan. Penulis
hanyalah pribadi yang gamang, mencoba menentukan arah dimana dirinya mampu
menemukan makna yang tersirat. Penulis hanya mampu memberikan isian yang akan
mengisi kekosongan dalam pikiran dan hati pembacanya.
Jangan pernah menuhankan penulis dan
karyanya
sebab tulisan hanyalah goresan dari
kegamangan
Jangan pernah menuhankan penulis dan
karyanya
sebab tulisan hanyalah coretan dari
kebimbangan
cukup bagimu untuk membaca, renungkan, dan
jadikanlah pembelajaran
Komentar
Posting Komentar