larut dalam kepakan embun
melesat saingi fajar kibarkan wudhu
letakkan dahi di tanah tak lupa restu ibu
dalam balutan nisan berhias debu
menderu waktu lintasi jalan
berpeluh terik matahari dan rinai hujan
tajam kerikil lekat di kaki bagai teman
rindang pohon redakan sedu sedan
di beranda kawan sampaikan kabar
lunas sudah puluhan kata berita tersiar
lekukan senyum mu kawan hapus nanar
lambaian tangan mu kawan rona sabar berpendar
pernah bosan selimuti jiwa
pernah lelah membebani raga
tapi kota tidak peduli apa yang ku rasa
berhenti bukan jawaban dari sang pencipta
entah berapa rumah telah ku singgahi
entah berapa orang telah ku jumpai
entah berapa tahun telah ku jelajahi
entah berapa koran telah ku beri
koran...
bukan sekedar kumpulan kalimat
bersayap dan beranak
koran...
kata-kata tersusun hantaran lisan
cerita terbentuk ciptakan khayalan
koran...
tiap halaman adalan harapan
tiap halaman adalah penghidupan

Komentar
Posting Komentar