Langsung ke konten utama

Nada Ceria Ruang Hampa

Entah dari mana asalnya perasaan itu timbul
Sosok perempuan yang tak biasa hadir seketika mengisi ruang hampa ku
Ruang yang selalu diisi dengan ketidakpastian
Silih berganti ruang itu diisi dengan sosok-sosok yang menyerupai seekor serangga
hinggap sementara di tanaman yang tak bertuan
Meskipun hanya hinggap dan pergi lagi,
tak menampik tanaman itu tetap merasakan keceriaan
Keceriaan yang sekejap untuk tanaman yang tak lama akan terus menua dan mati
Dalam penantiannya tanaman terus menunggu hingga saat indah itu tiba
Di saat semua bunga-bunga mencoba menggoda, angin semilir merayu, dan gesekan sayap kupu-kupu memanja, datanglah sesosok idaman hati
Tanaman itu telah menemukan pemiliknya dan ruang hampa tak lagi sepi
Kini penuh warna, nada harmonis, dan kemilauan cahaya
******************
Dalam kebimbangan aku bertanya
Dalam kehampaan aku mencoba
Dalam kenistaan aku mengharap
Dalam ketidaksempurnaan aku mencari
Tak ayal pertanyaan ku berhenti pada sebuah persimpangan
Persimpangan yang membuat diriku harus meyakinkan dan memantaskan diri
demi mampu bersanding dan menemani perjalanan hidupnya
Persimpangan yang membuat diriku mencoba menegaskan pada diriku dan dirinya
Di depan ada sebuah tujuan....
Tujuan yang tak mungkin hanya diriku untuk mewujudkannya
Kan ku genggam jari jemari, lengan, tubuh, dan hati nya
Tuk melihat dan merasakan pahit dan manisnya perjalanan menuju ke sana
*****************
Sebuah kesendirian sempat memaksa diri ini tuk berhenti berharap
Ketidakpantasan sempat membutakan diri ini dengan rendahnya diriku
di hadapan mu Perempuanku 
Namun lagi-lagi kau meyakinkanku tuk terus mengunci hati mu
Sebuah keyakinan tuk membangkitkan jiwa yang telah lama terlelap
Jauh terlelap dan tenggelam dalam ketidakpercayaan dan keterasingan

Dari dirimu aku
menemukan kesempurnaan yang tak kutemukan dari diriku yang tak sempurna
Dirimu yang membuat diriku
tak lagi berharap pada sebuah kenistaan
Dirimu yang membuat diriku
menjadi mampu menjawab segala kebimbangan di masa lalu
Dirimu yang membuat diriku
mengganti ruang hampa menjadi taman
Taman yang penuh dengan nada....
Nada rindu, kasih sayang, ceria, perjuangan, dan kepercayaan
Sebuah kepercayaan untuk menuju indahnya
masa dimana dirimu dan diriku kan menggoreskan sejarah kehidupan
dalam balutan doa dan ridho Illahi         
**********
Tak mampu diri ini menggoreskan rasa syukur dan terima kasih pada sang Pencipta
telah menghadirkan dirimu di setiap langkahku
Hanya doa yang bisa ku panjatkan atas keberkahan yang Tuhan telah berikan
Hanya kasih sayang yang bisa kuberikan tuk kebahagianmu
Semoga rasa syukur, doa, dan ucapan terima kasih ku pada Tuhan
dan dirimu Perempuanku mampu menjadi tetesan air di tengah lautan yang luas
sedikit tetesan namun itulah yang mampu kuberikan untukmu
*************  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dunia Imajinasi

Di saat mentari telah menampakkan wajahnya pada dunia Di kala semua orang telah menyapa pagi Aku masih terperangkap dalam sebuah kegelapan dan aku terdiam Aku mencoba untuk mencoba dan terus mencoba untuk merubah jiwaku Jiwa tertindas... Jiwa yang dikelilingi oleh ketakutan dan kegelisahan Aku mencoba untuk menjadi idealis untuk diakui nahwa aku ada di dunia ini “Dunia” yang ku miliki tak sama bahkan tak nyata seperti dunia mereka Dunia yang bulat, dunia yang berisikan kehidupan berbagai makhluk hidup, itulah dunia mereka “Duniaku” adalah dunia tanpa batas, tanpa ruang dan selalu berkembang penuh imajinasi, banyak peristiwa yang terjadi tanpa harus berlaku pada hukum dan perundang-undangan buatan manusia Hanya satu yang harus dilakukan di duniaku, teruslah berimajinasi Kehidupan imajinasiku terukir tanpa aturan, dipaparkan tanpa pendengar Hanya aku yang mengerti Hanya aku yang berpikir Berpikir bahwa aku telah menang melawan ketakutan dan kegelisahank...

10 Tahun Hilangnya Napasmu

Semangatnya masih terasa Raut wajahnya masih jelas dipikiran Kata-katanya masih jelas terngiang di telinga Orasi dan jeritannya tak akan pernah terlupakan Munir, kau kan terus hidup meskipun hanya sebuah nama Hidup dan menjelma bagai api berkobar Yang terus memicu tubuh kami tuk terus bergerak Bangkit dari tertidurnya keadilan Tuk mencambuk lemahnya pemerintahan Pemerintah yang mencoba melupakan dirimu Banyak yang sengaja tak diungkap Banyak yang sengaja disembunyikan Membuat diantara kita jadi terlena dan lupa Merubah kenyataan menjadi sebuah fitnah Sandiwara dimulai, Presiden tak mau peduli Di luar istana kami berdiri tuk sekali lagi Ingin melihat ksatria bangsa tak berlindung di balik istana Sambil mencoba melupakan keji dan hina nya sejarah HAM bangsa ini 10 tahun bukan waktu yang mudah Bagi kami tuk melihat kotornya negeri ini Membungkam dan menghilangkan pejuang bangsa Pejuang nan idealis berjuang atas nama HAM Berjuang membaut kesadaran akan k...

Tangisan Sutijah - bagian 1 (1)

Dalam gelap Sutijah merenung akan kehidupannya yang tiap malam harus mendengar tangisan anaknya. Bukan sembarang tangisan, namun air mata dan suara parau sang anak menyuarakan rasa lapar yang tak tertahankan lagi. Sudah dua bulan ini di rumah Sutijah tidak memiliki persediaan beras. Kini hanya ada sedikit nasi jagung yang mungkin masih layak untuk dimakan. Untuk mendapatkan beras, dirinya harus menunggu belas kasihan tetangganya. Sebelum dua bulan yang telah dilalui nya ini, biasanya Pak Karmo, seorang dukuh desa, menyambanginya untuk memberikan sekantong beras seminggu sekali untuk Sutijah. Memang jauh dari kata cukup, namun hati Sutijah sudah merasa bersyukur ada beras yang bisa diolah untuk makan anak-anaknya. Namun dua bulan terakhir ini Sutijah tak mendengar suara langkah Pak Karmo yang biasanya disertai ketukan pintu bilik bambu rumah Sutijah. Entah apa yang terjadi dengan kiriman beras tersebut, ada kabar yang terdengar bahwa Pak Karmo enggan berkunjung lagi ke rumah ...