Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Sekedar Mimpi

Bayangan mimpi perlahan menghilang Hilang disertai langkah kenangan Kenangan menguap bersama hembusan angin Terhempas bersama debu kepedihan masa lalu… Nampak mimpi itu terlalu panjang untuk ku Sepanjang cerita kita yang tertulis dengan tinta kerinduan Rindu yang tak mungkin menepi pada sisi hati Hati yang telah terbalut sebuah doa… Bayangan mu pun pergi begitu cepat Secepat kau berlari tuk menangkap angan dan mimpi yang kau pun tak tahu bentuk serta rupa mimpi itu Dalam pikiran mu berkata, "ada kah mimpi itu?" Dalam benakmu menyapa, "kau lah mimpi ku itu?" Jika mimpi itu ada, haruskah linangan air mata berjalan begitu derasnya bersama bulir-bulir kepedihan? Jika mimpi itu ada, haruskah penantianku hanya disapa oleh angin palsu yang memberi kesejukan di tengah kehampaan lalu pergi dengan pesan, "mungkin aku tak akan pernah ada?" Memang waktu yang datang begitu lambat menyapa meski raga ini ma...

Terminal Kretek

Rembulan tak bosannya bertengger pada langit gelap Suara dari surau memecah dekapan subuh Anak kecil meringkuk di tempat yang sama dari semalam Emperan toko menjadi tempat yang paling mewah baginya Penjual sayur mulai memamerkan dagangannya Kuli panggul merapihkan baju dinasnya Knalpot angkot meraung menyaingi suara adzan Wajah-wajah gusar, senang, pasrah, dan malas bercampur hiruk pikuk nyamuk dan lalat usai berpesta Tak kalah suara calo bis antar kota memeriahkan   Bersambut penjajak koran menjual berita murahan Meski tak peduli, gembel di ujung jalan mencoba cari kesibukan entah berapa rupiah yang telah dikumpulkannya demi sebatang kretek membuat kepulan asap sambil tertawa, lalu bangga “dasar gembel” “tak tahu diri, mengumpulkan receh seharian hanya untuk kretek” , pikirku… Rumah makan dengan menu alakadarnya mulai menggoda Mungkin menu tadi malam, mungkin juga menu kemarin malam, mungkin... Wajah setengah mengantuk, penjaga toil...