Nyanyian Akar Rumput, kumpulan puisi-puisi Wiji Tjukul selama perjalanan hidupnya. Dari Thukul kita belajar puisi tak harus berima, puisi tak harus puitis, puisi tak melulu sedu sedan, tetapi puisi harus bisa mewakilkan keadaan sekitar. Dari sekian banyak kumpulan puisi Thukul,mayoritas puisinya bernadakan perlawanan kaum buruh dan rakyat tertindas, tetapi ada satu puisi yang menggambarkan sosok ibunya tercinta. Puisi itu merupakan salah satu karya yang saya sukai dari Thukul. Dari puisi itu saya selalu teringat mendiang Ibu. Sajak Ibu ibu pernah mengusirku minggat dari rumah tetapi menangis ketika aku susah ibu tak bisa memejamkan mata bila adikku tak bisa tidur karena lapar ibu akan marah besar bila kami merebut jatah makan yang bukan hak kami ibuku memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang ketabahan ibuku mengubah rasa sayur murah jadi sedap ibu menangis ketika aku mendapat susah ibu menangis ketika aku bahagia ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda ibu mena...