Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Semangat Wiji Thukul tak pernah mati

Penyair Wiji Thukul merupakan salah satu tokoh aktivis yang hingga kini hilang di tengah geger-gegeran reformasi pada Mei 1998. Kini, 15 tahun sudah era reformasi bergulir. Namun, Wiji tetap tak diketahui kabar pastinya. Untuk mengenangnya, puisi-puisi karyanya pun diterbitkan. Wiji Thukul lahir si Solo, 26 Agustus 1963. Ia sudah menulis puisi sejak awal 1980-an, dan kerap membacakan karya-karyanya di Taman Budaya Jawa Tengah di Solo. Dua kumpulan puisi pertamanya terbit pada 1984 secara terbatas, masing-masing 'Puisi Pelo' dan 'Darman dan Lain-lain'. Pada 1994, terbit buku kumpulan puisinya berjudul 'Mencari Tanah Lapang' dengan kata pengantar dari sosiolog dan mantan aktivis 66 Arief Budiman. Pada 2000, penerbit Indonesia Tera dari Magelang mengumpulkan hampir semua puisi Wiji yang pernah terbit, dan diterbitkan kembali di bawah judul 'Aku Ingin Menjadi Peluru'. Dalam edisi cetak ulangnya, ditambahkan beberapa puisi Wiji yang ditulis dalam pel...